RSS

Penyegelan Dan Denda PDAM Diduga Unsur Pemerasan Terhadap Pelanggan

Penyegelan Dan Denda PDAM Diduga Unsur Pemerasan Terhadap Pelanggan
www.bidiknusantara.com www.bidiknusantara.com
November 28, 2019


Muara Teweh, Terkait pelaksanaan dan aturan PDAM di muara teweh, kabupaten barito utara, provinsi kalimantan tengah, diduga sebagai unsur pemerasan terhadap pelanggan

Kepada Wartarepublik.net 28/11/2019, beberapa warga pelanggan mengeluh dengan aturan dan pelaksanaan serta kurang lancarnya penyaluran air PDAM @Isna didampingi suaminya adalah salah satu pelanggan yg beralamat di jalan TRR. RT. 17 Kelurahan Lanjas, Muara Teweh, pelaksanaan serta perlakuan oknum pegawai PDAM dapat diduga perbuatan upaya melakukan pemerasan terhadap pelanggan.

Saya tidak memungkiri kalau pembayaran air kami sempat nunggak hingga dua bulan, kerna manusia hidup kadang lupa, kadang rejekinya terbatas" kata Isna dan ditambahkan suaminya" penyegelan air leding seharusnya terlebih dahulu ada penagihan atau pemberitahuan bukan lansung disegel tanpa sepengetahuan pemilik/pemanfaat" dia menduga bahwa cara penyegelan dengan tanpa di ketahui pemilik adalah upaya  untuk mencari denda pembukaan segel atau upaya melakukan pemerasan, padahal jika pembayaran terlambat pelanggan sudah di kenakan denda keterlambatan dan itu juga adalah suatu dilema bagi masyarakat pengguna air PDAM
kerna pembayaran tidak bisa dilakukan sebelum tau berapa M3 yg di gunakan oleh pelanggan, sedangkan jatuh tempo pembayaran per-ahir bulan" nah jika tanggal ahir bulan itu pas hari minggu, maka besoknya semua pengguna tetap terkena denda keterlambatan, artinya berapapun pengguna PDAM se kota muara teweh ini semua terkena denda keterlambatan.

Ditempat lain seorang ibu rumah tangga @Sopy yang beralamat di jalur Jalan Brikjen Katamso Km. 1,  juga mengeluh kerna air PDAM dalam tiga hari hanya sekali jalan  selama beberapa tahun belakangan ini" saya pernah komplin bulan kemaren yg juga di dampingi beberapa orang awak media, hasilnya pak Agus Sujanto hanya memberikan nomor telpon supaya bisa menyampaikan keluhan, tapi setiap dihubungi telponnya tidak pernah diangkat, ditempat ku pembayatan mahal dan kejam tapi airnya ngga pernah normal" percis kata Sopy 

Lain lagi halnya terhadap salah seorang pengusaha Horden yang tidak mau disebutkan namanya yang juga beralamat di jalan TRR, RT. 17, menurutnya pembayaran air PDAM tidak sesuai penggunaan kerna mereka hanya berempat orang dengan anak dan istrinya, tiap bulan setoran air kami hampir Lima Ratus Ribu Rupiah, pernah kami komplin tapi menurut PDAM kerna kami memiliki ijin usaha, padahal usaha gorden tidak ada sangkut pautnya dengan air leding, kerna yang kami pakai usaha adalah mesin jahit" bujan air leding, tambahnya.

Untuk mengompirmasi masalah ini kami media sudah berusaha menghubungi pihak pimpinan PDAM tetapi sapertinya tidak ada pegawai khusus pelayanan keluhan masyarakat dan wartawan hingga dari Jam pertama kami datang dan menunggu, disuruh datang lagi pada jam kedua, pada jam kedua juga sepertinya bagai menghindar dan juga sempat beberapa kali kami hubungi lewat telpon sluler pak Kadis Agus Sujanto Nomor 08125095xxx namun tidak diangkat hingga berita ini di tayangkan  (Yudi/Tim)
Bagikan!  

0 Comments: